Powered By Blogger

Lencana Facebook

Senin, 16 September 2013

sekedar saja

Rasanya sudah lama sekali tak ku kunjungi blog ini..
rasanya lama sekali tak ku jamah, ku raba ruang2 kosong dalam blog ini..

aku kehilangan ide..
aku kehilangan akal..

akhir2 ini aku sibuk mengurusi rasaku..
tentang pandainya kau menggodaku..

tatapan itu yang membuatku berpaling..
senyuman itu yang membuatku terlena..

ya, semua tentang dirimu..
ah!! aku tak bisa lagi menulis kata2..
walau sekedar saja..

Rabu, 26 Juni 2013

Mencintai mu adalah kebodohan yang menyenangkan



Ketika aku mencintai mu maka aku sadar bahwa segera aku akan jadi tukang ojek yang selalu mengantarmu pulang pergi.

Ketika aku mencintai mu maka saat itu aku berubah menjadi kuli panggul dari setumpuk belanjaan mu.

Ketika aku mencintai mu maka saat itu status ku berganti menjadi satpam yang menjaga mu dan menatap tajam siapapun yg melirik mu.

Ke...tika aku mencintai mu maka itu berarti kontrak lembur selamanya agar aku bisa mencukupi kebutuhan hidup mu

Ketika aku mencintai mu maka aku sadar bahwa aku melakukan kebodohan yang terus ingin ku ulangi.... Berulang tidak hanya sehari ini tapi seumur hidup ku.

Mencintai mu adalah kebodohan yang menyenangkan.



(Adian Napitupulu, SH)

ada tanya..

Kenapa aku selalu
Bermimpi tentang dirimu
Meski kau tidak peduli lagi
Akan seribu satu gayaku

Pernah aku cipta syair
Tentang hujan tanpa petir
Tentang lirik tanpa syair
Tentang senyum tanpa bibir
Tapi tidak seuntaipun air
... Bisa mengalir
Atau bahkan mawar bisa terukir

Tapi biar saja air code itu mengalir
Toh para pujangga angin
Tak pernah berdesir
Apalagi bergeser dari
Aliran air
Sedang aku tetap saja
Seonggok batu kali

Mana mungkin aku terbang
Sedang sayapku tak bisa mekang


Ratno Lukito

Senin, 18 Februari 2013

Tentang Dirimu dalam kisah Kita..

Ternyata betul menulis tentang Rasa itu sulit,
sesulit aku mendefinisikan keindahan tentang dirimu..

Mengapa kau tiba2 kembali, ketika keyakinan ini telah pudar..
mengapa kau datang lagi, dan selalu berhasil mengalihkan duniaku..
entah berapa tanya "mengapa" yang perlu ku tuliskan yang tak kan tau jawabnya..

Aku hanya lelaki biasa, yang memiliki hasrat, memiliki rasa dan asa..
yang pasti tergoda dengan paras dan sikap lembutmu..
yang pasti terlena dengan senyum ramahmu..

ini Cinta bukan sekedar Rasa yang terpatri bertahun2 dalam angan sejarah...
ini Rasa bukan sekedar asa sesaat untuk mengelabuimu disaat senja..

Betapa tidak, bahkan aku sudah memimpikanmu sebelum aku mengenalmu..
Perempuan dengan paras yang mendekati sempurna, ya setidaknya dimataku.
Perempuan dengan senyum cleopatra yang mampu menaklukkan sang Caesar..
Perempuan dengan tatapan Layla yang membuat Qays menjadi Majnun...
Perempuan dengan kelembutan Ken dedes yang membuat Ken Arok rela membunuh siapapun..
Perempuan yg tentu saja cerdas seperti Aisyah yang sangat disayangi Rosulullah...

entah apalagi yang bisa ku tulis untuk sekedar menggambarkan sosokmu yang gemulai..
Aku hanya bisa membayangkan, kita hidup bersama dengan senyum disetiap moment,
hingga cucu2 kita nanti meniru kisah cinta abadi kita..

kisah cinta yang saling melengkapi,
seperti panas yang membutuhkan hujan,
seperti malam yang membutuhkan Pagi,
seperti diriku yang membutuhkan dirimu..

Hingga saatnya nanti ketika Takdir mulai berpihak..
Hingga saatnya nanti ketika Takdir tak terhalang jarak..

Senja di kereta Ekonomi

senja itu di Kereta ekonomi..

Dering-dering gesekan roda besi kereta yg sudah tampak tua,
sedang rel yang terjajar rapi  menyambut baik desingan dering itu...
angin malampun menambah kesan ramai perjalanan itu..
apalagi lalu lalang penjual asongan yang bergentayangan sepanjang gerbong kereta..

tapi sosok itu, menikmati dunianya sendiri...
dengan rambut yang terurai..
tatapan yang sendu..
tentu saja dengan paras rembulan malam...

dia tampak dewasa, walau apa adanya..
tak ada kesan gengsi ataupun menjaga jarak,
dia benar-benar tampil sewajarnya, dan itulah yang menjadi nilai lebihnya..

dia ramah, sopan seperti perempuan jawa pada umumnya..
dia nyaman untuk dinikmati,
candanya..
gaya bicaranya,
tentu saja gerak geriknya...

tapi aku tak sempat mengenalnya..
bukan karena malu tapi benar2 tak mau..
aku tidak tertarik untuk mengenalnya..
aku hanya tertarik untuk menulisnya..

si Perempuan di senja kereta Ekonomi..

Jumat, 19 Oktober 2012

konstitusi hatiku

aku masih suka tersenyum,
Ketika melihat rona merah dipipimu..
Mlihat corak jingga disenyummu.
Apalagi pelangi dimatamu..

Indah, kau terlalu indah untuk dipuji,
Sengatan panas mentari tak cukup berpengaruh,
Sejuk  kian terasa dalam rongga jiwaku,

Indah, kerlalu indah tuk dipuji,
Mampirlah sejenak,
Membaca konstitusi hatiku..

Rindu

Sunyi ini seperti rindu yang membatu..
Geliat riak di pemukiman senja tak terpaku,
Sedang gemericik  ego masih saja pilu..

Aku masih seperti dulu sayang,
Liar dalam rindu,
Menyimpanmu dalam kalbu, dalam alunan syahdu.

Sudahlah, aku hanya ingin menulis,
Merindukanmu yang dahulu..